Kamis, 03 Januari 2013

Terabaikan ucapan Terimakasih

Ketika terbitnya mentari
menyinari seisi bumi
menghangatkan tubuhku disaat diinginnya pagi
ku sadari begitu nikmatnya cahaya yang menjadi sahabatku

ketika melihat indahnya alam semesta
penuh dengan warna warni

pepohonan, pegunungan menjadi penghias pemandangan
kusadari aku pun mampu
melihat sesuatu yang membuatku tersenyum, tertawa
bahkan sampai terbahak bahak
tetapi masih banyak mereka yang lelah mengeluarkan uang untuk operasi matanya
bahkan untuk melihatpun sudah tak mampu lagi

ketika burung - burung berkicau
membuat jiwaku terasa tenang dan damai
kusadari akupun mampu pula
mendengarkan musik kesukaanku yang membuat diriku terhibur
tetapi masih banyak mereka yang menggunakan alat bantu untuk mendengar
sehingga pendengarannya terbatas
bahkan banyak mereka yang tak akan pernah mampu mendengar apapun

ketika aku berjalan
kusadari akupun mampu berlari sekencang mungkin sesuka hatiku
kemanapun  aku pergi
tetapi masih banyak mereka yang hanya duduk dikursi roda
bahkan tempat tidurpun menjadi sahabatnya

ketika aku meminum seteguk air putih
kusadari aku masih bisa menikmati hangatnya nasi yang baru masak
makanan lezat pun bisa kunikmatinya
tetapi masih banyak mereka yang tidak bisa makan dan minum karena sakit
juga masih banyak mereka memakan nasi aking yang seharusnya tidak baik dikomsumsi
bahkan untuk sesuap nasipun sudah menjadi sesuatu yang menyenangkan

ketika aku pejamkan mataku untuk beristirahat
kusadari aku berada diruang beratap yang memilki langit langit
sehingga angin malam tak mudah masuk, hujanpun tak mengganguku
Dan aku juga bisa tidur dengan nyenyak
tetapi masih banyak mereka tidur di tempat yang tak layak
bahkan mereka tidak bisa tidur karena kegelisahannya

sebenarnya aku sedang bahagia
sebenarnya aku sedang senang
sebenarnya aku sedang bergembira

tak sepantasnya aku mengeluhkan hidupku

seharusnya
aku bersyukur
aku berterimakasih

kepada
ALLAH
Maha Pencipta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar